LAPORAN PRAKTIKUM
“INTERAKSI KOMPONEN ABIOTIK DAN BIOTIK PADA EKOSISTEM KEBUN SEKOLAH”
PGSD III A

Disusun Oleh :
1. Tini Wahyu Utami (A1G010003)
2. Ida Wahyudati (A1G010003)
3. Monalisa Gerardini (A1G010010)
4. Siti Fatimah Az-Zahra (A1G010013)
5. Arida Febriyanti (A1G010018)
6. Ana Maria (A1G010024)
7. Boy Nantri Manik ( A1G010020)
Dosen pembimbing :
1. Dr.Hj. Endang Widi W., M. Pd.
2. Dra.Dalifah, M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2011

I. Tujuan
1. Menentukan suhu udara dan suhu tanah di kebun sekolah
2. Menentukan derajat keasaman tanah
3. Menentukan kandungan air di dalam tanah dan daya serap tanah terhadap air
4. Mengidentifikasikan tumbuhan dan hewan yang hidup pada ekosistem kebun sekolah

II. Alat dan Bahan
• Kegiatan 1
Menentukan suhu udara dan suhu tanah dikebun sekolah serta menentukan derajat keasaman tanah.
1. Gelas ukur : 1 buah
2. Pengaduk plastik : 1 buah
3. Thermometer : 1 buah
4. Cawan petri : 2 buah
5. PH meter : 2 buah
6. Air mineral : 40 ml
7. Tanah kering dari kebun sekolah : 1 sendok plastik
8. Tanah humus : 1 sendok plastik

• Kegiatan 2
Menentukan kandungan air didalam tanah atau daya serap tanah terhadap air.
1. Tanah kering dari kebun sekolah : 100 gram
2. Tanah humus : 100 gram
3. Corong plastic : 1 buah
4. Pasir : 100 gram
5. Gelas ukur : 1 buah
6. Air mineral : 300 ml
7. Kantung plastik : 3 buah
8. Kertas saring : 3 lembar (15 cm x 15 cm)
9. Timbangan : 1 buah
10. Tabung erlmeyer : 1 buah
11. Kertas Koran

• Kegiatan 3 dan 4
Mengidentifikasi tumbuhan dan hewan yang hidup pada ekosistem kebun sekolah.
1. Buku
2. Pena

III. Langkah kerja
• Kegiatan 1
Menentukan suhu udara dan suhu tanah dikebun sekolah serta menentukan derajat keasaman tanah.
a) Ukurlah suhu udara
b) Suhu tanah di dalam ekosistem kebun sekolah dengan cara lubang lah tanah kira-kira 5 cm masukkan thermometer ke lubang tutuplah lubang dengan tanah tunggu hingga 15 menit.
c) Ambillah contoh tanah dari kebun sekolah kira-kira 1 sendok plastic dan masukkan ke cawan petri kemudian hancurkan dan tambahkan air mineral 20 ml serta aduk hingga rata.
d) Ambillah tanah humus kira-kira 1 sendok plastic dan masukkan ke cawan petri kemudian hancurkan dan tambahkan air mineral 20 ml serta aduk hingga rata.
e) Tunggulah hingga air kembalimenjadi jernih dan ukurlah berapa PH keasaman air tanah tersebut.
f) Tuliskan berapa besernya PH keasaman kedua contoh tanah tersebut dalam table.

• Kegiatan 2
Menentukan kandungan air didalam tanah atau daya serap tanah terhadap air.
a) Ambillah tanah basah dari kebun sekolah seebanyak 100 gram kemudian jemurlah di atas kertas Koran hingga kering.
b) Siapkan tabung erlmeyer yang kering,
c) Siapkan corong plastik dan lapisilah menggunakan kertas penyaring dan letakkan di atas tabung erlemeyer,
d) Tuangkan tanah yang sudah dikeringkan pada cara pertama, diatas corong plastik yang telah dilapisi dengan kertas penyaring kemudian tuangkan air sebanyak 100 ml secara perlahan-lahan, tunggulah hingga tidak ada lagi air yang menetes kedalam tabung erlemeyer,
e) Tuangkan pasir yang telah di ambil pada cara pertama, diatas corong plastik yang telah dilapisi dengan kertas penyaring kemudian tuangkan air sebanyak 100 ml secara perlahan-lahan, tunggulah hingga tidak ada lagi air yang menetes kedalam tabung erlemeyer,
f) Tuangkan tanah humus yang sudah di ambil pada cara pertama, diatas corong plastik yang telah dilapisi dengan kertas penyaring kemudian tuangkan air sebanyak 100 ml secara perlahan-lahan, tunggulah hingga tidak ada lagi air yang menetes kedalam tabung erlemeyer,
g) Ukurlah sisa air yang menetes kedalam tabung erlemeyer.
h) Hitunglah daya serap tanah terhadap air dengan rumus sebagai barikut:
Daya serap tanah = jumlah air yabng di tuangkan – jumlah air yang menetes X 100%
Jumlah Air yang di tuangkan

• Kegiatan 3
Mengidentifikasi hewan yang hidup pada ekosistem kebun sekolah.
a) Amati jenis hewan yang dapat di temukan di kebun sekolah.
b) Amati alat gerak,jenis makanannya dan cara reproduksinya.
c) Masukkan data hasil pengamatan di dalam tabel.

• Kegiatan 4
Mengidentifikasi tumbuhan yang hidup pada ekosistem kebun sekolah.
a) Amati jenis-jenis tumbuhan yang hidup di kebun sekolah.
b) Amati cara hidupnya dan cara berkembang biaknya.
c) Masukkan data hasil pengamatan di dalam tabel.

IV. Hasil Pengamatan
A. Hasil pengamatan suhu udara dan suhu tanah dikebun sekolah.
• Suhu udara kebun sekolah 33o c
• Suhu tanah kebun sekolah 31o c

B. Hasil pengamatan besarnya PH atau derajat keasaman tanah kebun sekolah dan tanah humus.
No Jenis tanah PH Asam atau basa Subur atau tidak subur
1. Tanah kebun sekolah 6 Asam Tidak subur
2. Tanah humus 8 Basa Subur
C. Hasil pengamatan daya serap tanah terhadap air sebagai berikut:

• Tanah kebun sekolah
Diketahui:
 Tanah basah 100 gram
 Tanah yang sudah dikeringkan 90 gram
 Air yang dituangkan 100 ml
 Air yang menetes 49 ml
Ditanya:
 Daya serap tanah terhadap air?

Jawab:
Daya serap tanah = jumlah air yang di tuangkan – jumlah air yang menetes X 100%
Jumlah Air yang di tuangkan
= 100 ml – 49 ml X100%
100ml
= 51%
• Pasir
Diketahui :
 pasir 100 gram
 Air yang dituangkan 100 ml
 Air yang menetes 70 ml
Ditanya:
 Daya serap pasir terhadap air?
Jawab :
Daya serap tanah = jumlah air yang di tuangkan – jumlah air yang menetes X 100%
Jumlah Air yang di tuangkan
= 100 ml – 70 ml X100%
100ml
= 30%

• Tanah humus
Diketahui :
 Tanah humus 100 gram
 Air yang dituangkan 100 ml
 Air yang menetes 55 ml
Ditanya:
 Daya serap tanah humus terhadap air?
Jawab :
Daya serap tanah = jumlah air yang di tuangkan – jumlah air yang menetes X 100%
Jumlah Air yang di tuangkan
= 100 ml – 55 ml X100%
100ml
= 45%

D. Hasil pengamatan jenis-jenis hewan yang hidup pada ekosistem kebun sekolah.
No Nama
Hewan Tempat
Hidupnya Alat
Geraknya Jenis Makanannya Cara
Reproduksinya
1 Nyamuk Di udara Kaki, Sayap Darah Bertelur
2 Cacing Di dalam tanah Kulit, dan perutnya Bertelur
3 Semut Di tanah Kaki Pemakan sisa-sisa Bertelur
4 Lalat Di udara Kaki, Sayap kotoran Bertelur
5 Ulat Di pohon Kaki Daun Bertelur
6 belalang Di udara Kaki, sayap Daun bertelur
7 Bekicot Di tanah Perut Daun Beranak
8 Kupu-kupu Di udara Kaki, sayap Menghisap sari-sari makanan pada bungga Bertelur
9 capung Di udara Kaki, sayap Semut, ulat Bertelur

E. Hasil pengamatan jenis-jenis tumbuhan yang hidup pada ekosistem kebun sekolah.
No Nama
Tumbuhan Cara berkembang biaknya Bagian tumbuhan yang di manfaatkan oleh hewan dan manusia Jumlah
Individu
Akar Umbi Biji Batang Tunas
1 Nanas  Buah 2
2 Kangkung  daun,batang 10
3 Keladi  Akar,daun, batang 6
4 Serai  batang 1 rumpun
5 Rumput  - 15

V.Pembahasan
1) Kegiatan 1
Suhu udara adalah 33o c sedangkan suhu di dalam tanah adalah 31o c karena di dalam tanah masih mengandung air jadi keadaan tanah masih lembab mengkibatkan suhu menurun 2o c di keadaan suhu udara normal.
Permasalan tanah sebenarnya bukan hanya tentang keasaman tanah (pH tanah) melainkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, akan tetapi kali ini maspary hanya akan membahas tentang cara mengatasi tanah yang asam dan tanah yang basa. Untuk permasalahan yang lain tentang mikroorganisme tanah, KTK tanah, struktur tanah, aerasi tanah dan lain-lain mudah-mudahan bisa kita bahas dilain waktu.
Pengaruh pH tanah terhadap pertumbuhan tanaman:
1. Menentukan mudah tidaknya ion-ion unsur hara diserap oleh tanaman. Pada umumnya unsur hara akan mudah diserap tanaman pada pH 6-7, karena pada pH tersebut sebagian besar unsur hara akan mudah larut dalam air.
2. Derajat pH dalam tanah juga menunjukkan keberadaan unsur-unsur yang bersifat racun bagi tanaman. Jika tanah masam akan banyak ditemukan unsur alumunium (Al) yang selain meracuni tanaman juga mengikat phosphor sehingga tidak bisa diserap tanaman. Selain itu pada tanah masam juga terlalu banyak unsur mikro yang bisa meracuni tanaman. Sedangkan pada tanah basa banyak ditemukan unsur Na (Natrium) dan Mo (Molibdenum)
3. Kondisi pH tanah juga menentukan perkembangan mikroorganisme dalam tanah. Pada pH 5,5 – 7 jamur dan bakteri pengurai bahan organik akan tumbuh dengan baik. Demikian juga mikroorganisme yang menguntungkan bagi akar tanaman juga akan berkembang dengan baik. Setelah kita mengukur pH tanah dan telah kita ketahui keasamannya lalu apa yang akan kita perbuat pada tanah kita tersebut?
Jika pH tanah yang kita ukur tadi tidak sesuai harapan kita tentunya kita akan mencoba mengubah pH tanah tersebut sesuai dengan yang kita harapkan. Sebenarnya setiap tanaman memerlukan pH tertentu yang spesifik untuk pertumbuahnnya yang optimal, akan tetapi pH tanah yang ideal untuk semua jenis tanaman pangan, perkebunan dan hortikultura di Indonesia adalah antara 6 sampai 7. Jika pH tanah kita sudah menyimpang dari kisaran tersebut maka segeralah mengatasinya. Sebagai contoh jika pH tanah dibawah 6 itu berarti tanah masam dan jika lebih dari 7 berarti basa.
2) Kegiatan 2
tanah humus dapat menyerap air lebih banyak dari pasir dan tanah kering, Artinya semakin padat partikel tanahnya maka semakin banyak air yang dapat diserap oleh tanah tersebut, sebaliknya semakin besar partikel tanahnya maka semakin sedikit air yang diserap oleh tanah tersebut. Hal ini menunjukan bahwa jenis tanah dapat mempengaruhi banyaknya air yang diserap. Dan juga menunjukkan tanah mana yang subur, tanah subur mempunyai daya serap yang tinggi bias kita lihat di percobaan tanah humus daya serap airnya lebih tinggi menunjukkan bahwa tanah humus adalah tanah yang subur.
Untuk mengetahui tanah mana yang subur bagi tanaman hijau biasanya tanah tersebut mempunyai Cirri-ciri sebagai berikut;
• Tanah berwarna gelap
• Daya serap airnya baik yaitu 30-60%
• Struktur tanahnya bagus
• Mempunyai persediaan zat hara yang cukup
Jika kita tidak mendapatkan tanah yang subur kita juga dapat membuat tanah menjadi subur dengan cara sebelum kita menanami lahan kita harus mengikuti cara-cara sebagai berikut;
• Menggemburkan tanah yang akan di Tanami.
• Membuat bedengan-bedengan
• Ukur ph tanah jika terlalu asam kita memerlukan pupuk untuk mengurangi keasaman pada tanah
• Penyiraman
Tidak selesai sampai disitu setelah tanaman tumbuh dengan baik masih ada perawatan untuk menjaga tanaman tetap subur dengan cara mempertahankan kondisi tanah agar tetap subur caranya yaitu;
• Jaga kondisi tanah agar tetap gembur apabila tanah mengeras daya penyerapan air akan berkurang jadi tanah tidak subur lagi.
• Merumput, mengurangi atau menghilangkan rumput-rumput pengganggu tanaman.
• Penyiraman sangat di perlukan ketika musim kemarau. Air sangat diperlukan tumbuhan untuk membuat makanan.
• Pemupukan secara teratur.

3) Kegiatan 3
Penggolongan Hewan
Hewan banyak jenisnya. Ada yang besar ada yang kecil. Ada yang berjalan, merayap, dan ada yang terbang. Menurut jenis makanannya, hewan digolongkan menjadi tiga, yaitu herbivora, karnivora, dan omnivora.
• Herbivora
Hewan yang makanannya hanya berupa tumbuhan saja (rumput, daun-daunan, biji-bijian, dan buah-buahan) digolongkan sebagai hewan pemakan tumbuhan. Hewan pemakan tumbuhan juga disebut herbivora. Hewan herbivor banyak terdapat di sekitar kita. Herbivora memiliki gigi geraham dengan permukaan lebar dan bergerigi. Gigi gerahamnya juga memiliki banyak hubungan (bagian puncak gigi). Mengapa demikian? Agar dapat digunakan untuk menggiling rumput dan daun-daun yang keras. Dengan begitu, rumput dan daun yang telah dimakan dapat masuk ke dalam lambung secara mudah. Ada juga herbivora yang tidak memiliki gigi melainkan memiliki tembolok. Fungsi tembolok hampir sama dengan fungsi gigi geraham. Contoh hewan herbivora yang makan dedaunan, yaitu kambing, kuda, gajah, dan sapi. Herbivora pemakan biji-bijian, antara lain, burung pipit, kenari, tupai, dan merpati. Herbivora pemakan buah adalah burung beo, ulat buah, dan jalak
Di kebun sekolah pgsd IIIA terdapat hewan yang tergolong herbivora yaitu; ulat dan belalang.
• Karnivora
Di depan telah dijelaskan bahwa terdapat hewan yang makanan utamanya hewan lain. Hewan jenis ini disebut karnivora. Hewan karnivor mudah dikenali karena memiliki bagian tubuh yang berbeda dengan hewan herbivora. Pernahkah kamu melihat ular yang sedang menelan katak, burung elang sedang menyambar anak ayam, harimau yang menerkam kijang, atau kucing sedang memakan tikus? Ular, elang, harimau, dan kucing merupakan contoh karnivora. Karnivora berkaki empat memiliki gigi geraham khusus yang digunakan untuk mengunyah daging. Gigi geraham ini dapat mengerat dan menghancurkan makanan. Gigi serinya kecil-kecil dan tajam. Gigi seri berfungsi untuk menggigit dan memotong makanan. Gigi taringnya panjang, besar, dan runcing. Gigi taring berfungsi untuk mengoyak mangsanya.
Di kebun sekolah pgsd IIIAterdapat hewan yang tergolong karnivora adalah burung
• Omnivora
Hewan pemakan tumbuhan maupun daging disebut omnivor. Musang adalah salah satu contoh omnivora. Contoh lainnya adalah beruang, ayam, bebek, dan tikus. Beruang selain makan ikan juga memakan buah-buahan dan madu. Ayam dan bebek sangat suka terhadap biji-bijian. Namun, keduanya juga sering makan cacing atau serangga kecil lainnya. Tikus seperti musang, ikan dan buah-buahan merupakan makanan kesukaannya. Pernahkah kamu kehilangan lauk karena dimakan tikus? Bentuk gigi omnivora merupakan gabungan dari bentuk gigi herbivor dan karnivor. Gigi geraham omnivora berguna untuk melumat, gigi serinya untuk memotong, dan gigi taringnya untuk mengerat makanan. Bagaimana dengan manusia? Termasuk kelompok pemakan apakah manusia itu? Bangsa burung juga ada yang termasuk hewan karnivora. Misalnya, burung kutilang, burung jalak, dan burung cucakrawa.
• pengurai
organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati. Pengurai disebut juga konsumen makro (sapotrof) karena makanan yang dimakan berukuran lebih besar. Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. Yang tergolong pengurai adalah bakteri dan jamur. Ada pula pengurai yang disebut detritivor, yaitu hewan pengurai yang memakan sisa-sisa bahan organic
Di kebun sekolah pgsd IIIA terdapat hewan yang tergolong pengurai adalah cacing tanah.
4) Kegiatan 4
Perkembangbiakan pada tumbuhan terdiri dari 2 macam
1. secara generatif :yaitu perkembangbiakan melalui penyerbukan
2. secara vegetatif :yaitu perkembangbiakan tanpa melalui penyerbukan

• Perkembangbiakan secara generatif
Perkembangbiakan secara genaratif terjadi jika benang sari menempel di atas kepala putik
Benangsari merupakan alat kelamin jantan pada bunga,sedangkan kepala putik merupakan alat kelamin betina pada bunga.Penyerbukan dapat dibantu oleh angin,air,serangga,dan tangan manusia.Penyerbukan yang dibantu oleh angin contohnya tanaman:padi,gandum,pohon jambu dan lain lain.Tanaman yang penyerbukannya di bantu manusia contohnya tanaman vanili dan anggrek.Tanaman yang memiliki bunga biasanya penyerbukannnya dibantu oleh serangga.
• Perkembangbiakan secara vegetatif
Perkembangbiakan secara vegetatif yaitu perkembangbiakan tanpa melalui penyerbukan. Trediri dari:spora contohnya tumbuhan paku, jamur,pakis. Umbi lapis contohnya tumbuhan bawang merah,bawang bombay,bunga bakung. Tunas contohnya tumbuhan pisang,tebu,bamboo. Akar tinggal (rhizoma) contohnya tumbuhan lengkuas,jahe,temulawak
Populasi kebun sekolah adalah keseluruhan jumlah subjek atau obyek yang akan diteliti di kebun sekolah. Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat.

VI. Kesimpulan
Di kebun sekolah PGSD setelah di lakukan pengamatan dapat diketahui bahwa jenis tanah yang baik adalah tanah humus dengan ph 8 karena banyak mengandung unsur hara dengan warna tanah yang hitam dan jenis tanah humus merupakan tanah yang subur untuk ditanami tumbuhan sedangkan tanah kebun sekolah tidak subur untuk ditanam tumbuhan karena ph tanahnya 6 yang merupakan ph asam, selain itu dapat kita lihat tanah kebun sekolah berwarna kuning dan terlihat gersang.
Berdasarkan data daya serap tanah, tampak bahwa semakin padat partikel tanah maka semakin banyak air yang diserap oleh tanah tersebut. Seperti tanah humus dapat menyerap air lebih banyak dibandingkan tanah pasir dan tanah kebun. Tanah humus dapat menyerap air paling banyak, Artinya semakin padat partikel tanahnya maka semakin banyak air yang dapat diserap oleh tanah tersebut, sebaliknya semakin besar partikel tanahnya maka semakin sedikit air yang diserap oleh tanah tersebut. Hal ini menunjukan bahwa jenis tanah dapat mempengaruhi banyaknya air yang diserap. Dan juga menunjukkan tanah mana yang subur, tanah subur mempunyai daya serap yang tinggi bias kita lihat di percobaan tanah humus daya serap airnya lebih tinggi menunjukkan bahwa tanah humus adalah tanah yang subur.
Dari hasil pengamatan jenis-jenis tumbuhan dan hewan yang hidup pada ekosistem kebun sekolah adalah
 Tumbuhan
 Nanas
 Kangkung
 Keladi
 Rumput
 Serai
 Hewan
 Nyamuk
 Cacing
 Semut
 Lalat
 Belalang
 Kumbang
 Kupu-kupu
 Capung
VII. Daftar rujukan
 Buku Sains SD kelas IV karangan Haryanto penerbit Erlangga
http://www.Wikipedia.org
 Buku IPA Asyik, Mudah dan Menyenangkan, penerbit PT Kandel
http://www.gerbangpertanian.com/2011/11/mengatasi-tanah-masam-dan-basa.html
http://www.google.co.id/tanya/thread?tid=5ac12ea0134734a3
http://www.crayonpedia.org/mw/Perkembangbiakan_tumbuhan

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s